Posted on

Rumah Surga Bagi Mereka Yang Membutuhkan

“Itu Kak, aku kan mau bikin rumah pintar dan rumah sehat. Rencananya besok aku ingin cari donatur. Karena fokus ku ingin semua anak di Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai. Tadinya aku mau ajak Ditto untuk ikut promosikan, lumayan kan dipromosikan artis hehe” Jawab Yoya

“Wah ribet dong Ya kalau kamu cari donatur kayak gitu. Kamu kan sibuk, emang kamu ada waktunya?” tanya Kale.

“Tenang Kak, kan aku pake sistem blockchain pada Pureheart yang memudahkan setiap penggunanya” Jawab Yoya.

PureHeart salah satu aplikasi berbasis blockchain yang memudahkan perusahaan dalam membantu anak-anak Indonesia untuk menjadi penerus bangsa yang membanggakan dengan bantuan pendidikan dan lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan mereka. Banyak anak-anak Indonesia yang masih sulit mendapatkan bantuan dana dan pendidikan yang merata akibat sulitnya akses. PureHeart dengan sistem blockchain yang memiliki sistem transparansi terpercaya dan traceability yang tinggi sehingga perusahaan sebagai donatur tidak lagi perlu khawatir dengan laporan dana yang dapat terjangkau secara real time dan aman. Bantu anak-anak Indonesia lebih mudah mendapatkan pendidikan yang merata. Klik link berikut untuk informasi selengkapnya www.pureheart.ledgernow.com

“Bisa sih Ya, nanti aku bantu sumbang yaa. Nanti aku promosikan lewat media sosial aku juga ya. Biar banyak orang-orang yang memiliki dana berlebih bisa nyumbangi ke project yang ingin kamu buat”. Kata Ditto

“Makasih ya To”. Jawan Yoya dengan senyum.

Ditto senang bisa ikut membantu Yoya mewujudkan cita-cita membangun rumah pintar dan rumah sehat. Ditto sadar, bahwa pendidikan sangat penting untuk penerus bangsa agar melahirkan penerus cerdas, kreatif dan bisa berinovasi. Dampak yang Yoya rasakan sangat besar ketika Ditto membantu menyebarkan lewat media sosial. Jika dilihat dari jumlah angka followers Ditto yang banyak maka tak heran jika banyak sumbangan yang mengalir kepada project yang ingin Yoya lakukan. Seminggu rehat dari dunia musik, kondisi Ditto semakin membaik. Ditto perlahan mencoba mengurangi rokok, rajin berolahraga dan meminum air putih. Yoya setia mendampingi Ditto untuk selalu menjaga kesehatan Ditto. Makanan Ditto juga selalu terjaga, mulai minggu lalu Ditto berlangganan catering makanan sehat dan makanan untuk darah rendah. 

Namun ditengah waktu istirahatnya untuk persiapan besok manggung di salah satu mall di Jakarta, Ditto mendapatkan pesan di HPnya. Ia kaget membaca isi pesan dari produser musik yang menyatakan bahwa  Ditto membatalkan konser manggung secara sepihak dan tidak mengembalikan dana yang sudah dibayarkan. Padahal urusan seperti ini, bukan Ditto yang mengatur, melainkan Kale, sang manajer dan asisten pribadi Ditto. Selama seminggu beristirahat, Kale memutuskan untuk beristirahat juga dengan pergi berlibur ke Negara Amerika. Ditto dan Kale benar-benar memanfaatkan waktu istirahatnya dan sampai tidak berkabar satu sama lain. Namun betapa terkejutnya Ditto mendengar pesan dari salah satu produser televisi yang protes karena uang pembatalan manggungnya tidak dikembalikan. Ditto membalas pesan tersebut untuk dengan meminta produser televisi menghubungi Kale sang manager. Tak lama setelah pesan WhatsApp dibalaskan Ditto, produser televisi membalas lagi jika ia sudah menghubungi Kale namun tidak ada jawaban. Ditto mencoba merekap hasil pemasukan yang selama ini ia dapatkan dan melihat jadwal manggung selama 3 bulan kedepan. Dalam merekap hasil pemasukan selama ini membutuhkan waktu dan data-data yang cukup banyak. Terkejut ketika Ditto melihat, ada jadwal manggung dan syuting iklan bentrok secara bersamaan. Rasa marah dan kesal Ditto rasakan. Ditto langsung menghubungi Kale melalui telepon dan…..

Kira-kira apa yang sedang terjadi? Penasaran bagaimana kelanjutan kisahnya, klik disini.

 

Episode 1 | Episode 2 | —- to be continue

Posted on

Dibantu Atau Membantu?

Dibantu atau membantu?

————-

Tanpa membalas ucapan Putri, Pak Yono dan Bu Yuli segera menghampiri Putri. Polisi memberikan surat yang menyatakan penangkapan Putra sebagai tersangka penjual barang haram narkotika. Hampir pingsan, Bu Yuli tak percaya jika anak laki-lakinya bisa berbuat sejahat itu. Dengan keadaan pasrah, keluarga memperbolehkan polisi memeriksa seisi rumah. Melihat hati Ibunya hancur, Putri merasa marah dan kecewa kepada Kakaknya. 

Polisi tidak mendapatkan barang bukti di rumah Pak Yono. Memang Putra jarang berada dirumah. Namun Putri ingat, Putra memiliki sahabat yang selalu ia tumpangi rumahnya. Sahabat Putra bernama Reihan. Reihan tidak memiliki ayah dan ibu, di rumahnya ia hanya sendiri, tak ada pengawasan dari orang tua. Dan benar saja, ketika polisi mendatangi rumah Reihan, sekelompok geng Putra ada didalamnya. Mereka mencoba melarikan diri, namun gagal. Setelah bergelut bersama polisi, Putra dan gengnya ditahan dan terbukti sebagai pemakai dan kurir narkotika. Menurut pengakuan Putra, ia dipaksa melakukan pekerjaan ini karena memiliki hutang budi ke Reihan. Putra divonis hukuman seumur hidup atau hukum mati. Raut wajah Bu Yuli tidak bisa dibohongi, kecewa dan kesedihan yang mendalam terlihat jelas di mukanya. Setelah sidang selesai, ada satu oknum yang datang menghampiri keluarga Pak Yono. Oknum itu memberikan penawaran.

“Pak, Bu apa benar kalian orang tua dari Putra?”. Oknum bertanya

“Iya Pak benar, ada apa ya?” tanya Pak Yono.

“Begini Pak, anak Bapak dan Ibu termasuk ke pengguna juga, apalagi dia menjadi kurir karena paksaan. Kalau saran saya anak ibu bisa nantinya dipindahkan ke rehabilitasi. Sebenarnya anak ibu dan bapak hukumannya bisa diringankan, karena anak kalian hanya menjadi kurir yang disuruh mengantarkan bukan yang menjualnya. Namun itu semua membutuhkan biaya Pak, Bu”. Oknum tersebut memberikan penawaran.

“Maksud anda, anak saya bisa direhabilitasi saja? Tidak masuk penjara, begitu?”. Tanya Bu Yuli dengan raut wajah sedih dan bingung.

“Iya Bu benar, tapi itu semua membutuhkan biaya. Sekitar 1 miliar lah Bu. Tidak banyaklah demi anak”. Jawab si oknum.

“Maaf Pak, beri kami waktu ya. Kami butuh berfikir terlebih dahulu. Terima kasih, permisi.” Jawab Putri dengan tegas.

Putri dan kedua orang tuanya bergegas untuk pulang dan beristirahat. Putri ingat, besok ia dan komunitasnya akan menjalankan misi untuk membantu pendidikan bagi anak yang kurang mampu. Keesokan harinya, pagi hari Putri sudah siap bergegas memulai hari dengan rapat bersama komunitasnya. Bu Yuli hari ini tidak menjalankan aktivitasnya sebagai pengrajin, mungkin dia masih lelah dengan kejadian kemarin.

Selama rapat berjalan, sesekali Putri tampak diam memikirkan nasib Kakaknya. Namun Putri harus tetap fokus dengan rencana yang sudah diatur bersama komunitasnya. Di Indonesia, masih banyak masyarakat yang kurang mampu, dampaknya adalah terputusnya pendidikan anak. Putri berharap, komunitasnya mampu membantu seluruh penjuru Indonesia, bukan hanya di sekitar desa Putri saja.

“Jika boleh usul, kita bisa membuat proposal secara jelas dan rinci mengenai tujuan kita. Nantinya proposal itu bisa diberikan kepada donatur-donatur untuk menyumbangkan biaya pendidikan kepada yang membutuhkan”. Usul Putri.

“Menurutku cara tersebut sudah kuno Put, dan terlalu memakan banyak waktu. Apalagi tujuan kita ingin membantu seluruh penjuru Indonesia yang belum tersentuh bantuan pendidikan. Kita membutuhkan cara yang praktis, cepat dan efisien.” Raja memberikan pendapat.

Raja memberikan solusi dengan menggunakan sistem blockchain untuk membantu pendidikan anak di Indonesia. Dengan Pureheart yang menggunakan sistem blockchain akan membantu memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu sesuai dengan minatnya. PureHeart adalah salah satu aplikasi donasi pendidikan menggunakan sistem teknologi Blockchain yang memiliki sistem yang transparansi dan traceability sehingga para donatur dapat mengetahui setiap kegiatan PureHeart yang telah didonasikannya dalam membantu anak-anak Indonesia untuk menjadi penerus bangsa yang berpendidikan dan sukses.

Pureheart turut andil dalam membantu program pendidikan untuk mempersiapkan generasi-generasi terbaik penerus bangsa dan juga untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. Jika anda ingin tahu lebih lanjut, silahkan cek website www.pureheart.ledgernow.com untuk informasi selengkapnya.

Dengan teknologi blockchain, semua pekerjaan bisa berjalan dengan praktis dan sistematis. Kita semua sepakat terkait bantuan pendidikan anak, Pureheart bisa membantu dengan mudah. Setelah rapat komunitas selesai, Putri bergegas pulang ke rumah diantar Raja. Jarak tempat rapat dan rumah Putri cukup dekat. Mereka berdua jalan menuju rumah Putri sambil bercerita mengenai permasalahan yang Putri alami. Raja hanya bisa memberi dukungan dan semangat. 

“Mau mampir dulu?” tanya Putri

“Iya Boleh”. Jawab Raja

Sesampainya dirumah, Putri memastikan bahwa Ibunya dalam keadaan yang baik-baik saja. Raja menunggu di teras rumah Putri, tak lama Putri datang membawakan air.

“Nih minum dulu”. Kata Putri.

“Iya makasih ya Put”. Jawab Raja.

Mereka berbincang hangat disusul dengan kedatangan Ibu Putri yang ikut bergabung. Tak lama saat itu, ada ibu muda datang dan bertanya dengan nada tinggi. Postur tubuhnya berisi, namun tidak gemuk. Dengan polesan lipstik merah menyala, dan baju yang super ketat. 

“Oh ini rumah Pak Yono? Kamu istrinya ya?? Perkenalkan, saya Merli. Kamu tau tidak, suamimu itu, main belakang dengan saya! Tapi karena suamimu bodoh, jadi berhasil lah saya untuk mengambil kesuksesan yang kamu miliki sekarang.” Kata Merli.

“Bisa dibicarakan secara baik-baik dulu Bu?” Tanya Raja menenangkan suasana.

Belum selesai dengan permasalahan yang menimpa Putra, Bu Yuli dan Putri kembali diterpa masalah keluarga. Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Putri hanya bisa memeluk sang Ibu yang menangis. Suasana semakin tidak kondusif karena Bu Merli mengeluarkan surat rumah yang sudah dialihkan nama menjadi atas milik Bu Merli. Selang beberapa menit, Pak Yono datang dengan raut wajah kaget.

“Ayah, bisa Ayah jelaskan ini semua??!” tanya Putri dengan nada emosi

Episode 1 | Episode 2 ————- To Be Continue