Posted on

STOP PERDAGANGAN MANUSIA

STOP PERDAGANGAN MANUSIA

Pada 17 agustus ini Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke 74, kita telah terbebas dari penjajahan selama kurang lebih 350 tahun lamanya, banyak pahlawan-pahlawan kita yang gugur di medan perang demi membebaskan Indonesia dari penjajahan, hingga akhirnya rakyat indonesia merasakan kemerdekaan, namun apakah saat ini rakyat indonesia telah merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya?

Pada era digital seperti sekarang ini, kita dapat dengan mudahnya mencari informasi tentang dunia luar, tanpa harus keluar rumah, segala sesuatu yang kita butuhkan semuanya tersedia di internet, namun dengan segala kemudahan yang telah tersedia di era digital ini, apakah ada aman untuk kita konsumsi atau kita pergunakan?

Dalam rangka menyambut kemerdekaan indonesia di tahun ke 74 ini masih ada kerabat kita atau saudara-saudara kita yang masih belum merasakan kemerdekaan yang seungguhnya, mereka yang mencari nafkah di negera lain harus tersiksa dan nasibnya tidak diketahui karena kurangnya atau tidak adanya transparansi data terhadap mereka yang sedang bertugas di luar negara tercinta kita ini, Data yang biasanya kita masukkan pada sebuah website, tanpa kita sadari kita telah memberikan informasi diri kita terhadap sebuah perusahaan yang tidak kita ketahui datanya akan aman atau dipergunakan untuk hal lain.

Kita ambil contoh sebuah sosial media Facebook, saat kita mendaftarkan diri kita, kita dengan sadar memberikan seluruh informasi kita atau bahkan informasi tentang keluarga kita, tanpa kita ketahui kemana data kita tersalurkan, ada oknum yang dengan sengaja mengambil data diri kita dan segala informasi tentang kita untuk dijual atau dipergunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, dan kita tidak mengetahui bahwa data diri kita sedang dipergunakan atau tidak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini.

Pada tahun 2008 Satoshi Nakamoto menemukan sebuah program atau sistem yang disebut sebagai blockchain, blockchain adalah teknologi terdistribusi yang digunakan untuk mengelola transaksi digital secara aman dan cepat, blockchain memiliki 3 kriteria terhadap datanya, yang pertama adalah Immutable, yaitu tidak dapat dirusak diubah atau dihancurkan, kenapa tidak dapat dirusak, diubah atau dihancurkan? Itu karena kriteria kedua data blockchain adalah secured, Data pada blockchain bisa dikatakan aman karena datanya terenkripsi berlapis-lapis, dan kriteria ketiga adlah terdistribusi, maksud dari terdistribusi adalah, data kita tersimpan dalam beberapa server sekaligus, jadi jika ada yang ingin mencuri atau mengubah data yang telah terdistribusi pada blockchain, maka dia harus mencuri atau mengubah data itu pada ribuan atau bahkan jutaan server yang tersebar luas di seluruh dunia.

Mari kita analogikan perbedaan blockchain dan konvensional seperti ini:

Pada suatu RT kita biasanya hanya memiliki 1 orang yang bertugas mencatat segala suatu aktivitas yang terjadi pada RT itu, segala sesuatunya dicatat dalam sebuah buku yang berarti buku itu hanya ada 1, bagaimana jika buku itu hilang, atau isinya diubah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab? Kita tidak akan bisa memvalidasi kebenaran yang tertulis pada buku itu karena buku itu hanya ada 1.

Lalu timbul ide dari seorang warga yang menyarankan agar setiap warga harus menulis pada bukunya masing-masing, agar jika ada sebuah pihak yang tidak bertanggung jawab ingin mencuri buku atau mengubah data yang ada pada buku tersebut, pihak itu harus mencuri atau mengubah data pada setiap buku yang telah dipegang oleh setiap warga pada RT tersebut, yang mana akan menyulitakn pihak tersebut untuk melakukannya, Ide itulah yang disebut sebagai blockchain.

Dengan kehadiran teknologi seperti blockchain ini, kita bisa merasa aman karena data kita benar-benar tersimpan dan terlindungi di beberapa server yang tersebar dieluruh dunia dan di enkripsi berlapis-lapis. Pada beberapa perusahaan di indonesia telah menggunakan teknologi blockchain, salah satunya adalah LedgerNow, LedgerNow adalah sebuah platform aplikasi bisnis enterprise yang berfokus pada identitas digital kita dan otomatisasi bisnis, beberapa aplikasi yang menggunakan platform LedgerNow adalah.

PIE, sebuah aplikasi yang fokus pada pengembangan data identitas secara digital (digital identity) sehingga dapat digunakan sebagai verifikasi dan pencatatan yang dipercaya karena tidak mudah dipalsukan / dibajak.

YONK, sebuah aplikasi manajemen keuangan untuk mengelola arus kas secara lebih rapi dan terpercaya.

PureHeart, sebuah aplikasi yang fokus pada kegiatan sosial yang mendukung SDG (Sustainable Development Goals), sehingga terjadi peningkatan literasi digital yang merata di masyarakat. Pada era sekarang ini dimana teknologi berkembang dengan sangat cepat, kita tidak boleh acuh terhadap perkembangan ini jika kita tidak ingin termakan oleh zaman dan tidak mengetahui tentang apa yang sedang terjadi diluar sana, disitulah pentingnya literasi digital yang merata pada seluruh lapisan masyarakat agar kita tidak mudah termakan isu-isu yang diberikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kita ingin masyarakat Indonesia membuka mata tentang isu perdagangan manusia yang masih marak hingga saat ini, kita ingin mengajak masyarakat Indonesia melawan perdagangan manusia disekitar kita dengan mencoba berperan aktif dalam mencegah dan melawan kegiatan tersebut dengan aksi nyata.

PureHeart melakukan pergerakkan untuk melawan perdagangan manusia disekitar kita dengan aksi nyata, dengan campaign yang dinamakan Love Me, See Me disini berarti korban, maka cintailah mereka yang menjadi korban perdagangan manusia ini, jangan malah kita jijik terhadap mereka, dan bukalah mata kalian, lihat mereka jangan mengabaikan mereka, karena sesungguhnya mereka butuh bantuan kita dengan aksi nyata.

Hingga saat ini masih banyak beredar berita mengenai para TKI yang bernasib malang, kita sering mendengar para TKI yang disiksa, Para TKI yang tidak dibayar dan yang paling mengerikannya adalah banyak dari para TKI yang dianiaya hingga meninggal dunia, jika kita hanya melihat tanpa ada aksi nyata, selamanya mereka akan bernasib seperti itu, kita tidak ingin para kerabat kita atau bahkan saudara kita mengalami hal mengerikan tersebut.

Tentunya aksi nyata ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, masyarakat harus ikut berperan aktif dalam melakukan pergerakkan ini untuk melawan para pelaku perdagangan manusia disekitar kita dengan meliterasi diri kita dan membuka mata kita akan kasus perdagangan manusia disekitar kita.

Maka dari itu kita sebagai masyarakat indonesia yang beragam, yang solid yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, mari kita melawan pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab yang melakukan perdagangan manusia dengan mengambil atau menjual data diri kita dengan aksi nyata, yaitu dengan meliterasi diri kita tentang era digital ini dan membuka mata kita dengan keadaan disekitar kita.

P.S :

“Mari Kita Binasakan Para Pelaku Perdagangan Manusia dan Menyelamatkan para kerabat atau saudara kita yang menjadi korban dengan aksi nyata!”

 

Oleh : Yudani Malkani

Instagram: Danimalkani