Posted on

Body Shaming Tidak Boleh Dimaklumi

Keberagaman dan perbedaan tentu tak dapat kita ingkari dalam kehidupan.  Bukan hanya di dalam ruang lingkup masyarakat atau kantor, bahkan dalam keluarga pun kita selalu menemui keberagamaan, entah dari hal yang terlihat mata ataupun yang hanya bisa dirasakan. Oleh karena itu toleransi harus selalu kita kedepankan demi menghindari konflik dalam kehidupan. 

Belakangan ini istilah body shaming rentan terjadi dalam pergaulan anak-anak muda sehari-hari. Khususnya menyerang mereka yang memiliki masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Hal itu tak hanya terjadi di kehidupan nyata tetapi juga merambah di media sosial. Yang lebih parahnya tindakan body shaming itu seperti menjadi hal yang biasa dan dimaklumi oleh banyak orang dan membuat si obyek menjadi kurang percaya diri untuk beraktivitas. 

Body shaming atau perilaku mengkritik tubuh orang lain dengan cara negatif, tentunya sangat mencoreng toleransi. Sebaliknya dari pada hanya mengomentari tentang bentuk ataupun fisik orang lain yang kurang proporsional, lebih baik mengajak untuk melakukan sesuatu yang positif, seperti mengajak untuk aktif dalam kegiatan luar ruangan ataupun olahraga, ataupun sering ikut dalam aktivitas sosial, sehingga membangkitkan kepercayaan diri si subjek yang sebelumnya menjadi sasaran body shaming. 

Dari ilustrasi di atas akhirnya kesimpulan saya menuju kepada jika kita menghindari body shaming terhadap seseorang dan mengajak orang lain untuk menjauhi perilaku body shaming, bisa menjadi kontribusi kita untuk menyebarkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari lewat cara yang paling sederhana dan ikut menginspirasi orang lain untuk menjaga perdamaian #PowerOfDiversity

 

 

More Information
Power Of Diversity
https://pureheart.ledgernow.com/category/powerofdiversity/
Instagram : https://www.instagram.com/pureheartid/ 

 

Oleh : Yanuaris Wicaksana
Instagram : @wicaksanaris