Posted on

Day 03: Take Away if Excessively

Bungkus Sisa Makanan Jika Tidak Habis

Masyarakat di Jerman, tidak malu untuk memesan makanan seadanya dan tidak mau membuang-buang makanan. Misalnya, orang akan membungkus dan membawa pulang makanan yang tidak habis dimakan di restoran.

Namun orang Prancis tak terbiasa dengan hal ini. Prancis dikenal sebagai pusat kuliner dunia, namun berton-ton makanan dibuang setiap tahunnya. Walaupun demikian Orang-orang Prancis sudah diajarkan sejak kecil untuk menghabiskan makanan di piring.

Kebiasaan ini tampaknya juga dipengaruhi ukuran porsi hidangan di Prancis. Biasanya sajian di sana berporsi relatif kecil sampai sedang, berbeda dengan porsi makanan di Amerika Utara. Jadi, makanan bisa dihabiskan tanpa tersisa.

Tampaknya, mau tidak mau, nantinya orang-orang Prancis terpaksa membiasakan membungkus makanan yang tak habis. Pasalnya, mulai tahun 2016, restoran yang menyajikan lebih dari 180 hidangan per hari harus mengurangi sampahnya atau harus membayar denda. Aturan ini dibuat untuk memenuhi target mengurangi limbah hingga setengahnya pada 2025.

Ketika menjamu tamu di restoran, jangan biarkan ada makanan yang tersisa apalagi dalam jumlah besar. Jangan malu untuk meminta agar makanan tersebut dibungkus untuk dibawa pulang. Kebanyakan makanan di negara Indonesia adalah makanan yang bisa disimpan dalam waktu yang lama. Rendang, masakan khas Indonesia dapat bertahan bahkan hingga satu minggu dalam suhu ruangan dan hingga 3 bulan dalam lemari es beku.

Mari kurangi sampah makanan dengan menghabiskannya, meminta dalam porsi yang lebih kecil atau membungkusnya jika tidak habis. Masih banyak Warga Negara Indonesia yang berkekurangan bahkan tidak sempat lagi berpikir untuk makan apa esok hari. Makanlah secukupnya, dan bungkus jika tidak habis.

Take Away if Excessively

People in Germany are not ashamed to order simple food and do not want to waste food. For example, people will wrap and bring home food that has not been eaten in a restaurant.

But the French are not familiar with this. France is known as the world’s culinary center, but tons of food is thrown away every year. Nevertheless the French people have been taught since childhood to spend food on a plate.

This habit also seems to be influenced by the portion size of dishes in France. Usually the dish there has a relatively small to moderate portion, different from the portion of food in North America. So, food can be spent without remaining.

Apparently, inevitably, later the French people were forced to get used to wrapping up endless food. Because, starting in 2016, restaurants that serve more than 180 dishes per day must reduce their waste or have to pay a fine. This rule was made to meet the target of reducing waste by half by 2025.

When entertaining guests in a restaurant, don’t let there be food left over especially in large quantities. Don’t be shy to ask that the food be wrapped to take home. Most foods in Indonesia are foods that can be stored for a long time. Rendang, Indonesian specialties can last even up to one week at room temperature and up to 3 months in a frozen refrigerator.

Let’s reduce food waste by spending it, asking for smaller portions or wrapping it if it’s not used up. There are still many Indonesian citizens who are in need of not even having the time to think about what to eat tomorrow. Eat adequate, and take away not finished.

More information:
Smart Foodie, Food Karma: https://pureheart.ledgernow.com/smart-foodie-food-karma/
Sustainable Giving: https://pureheart.ledgernow.com/sustainable-giving/

Sumber:
https://www.jawapos.com/internasional/dw/07/10/2018/warga-jerman-tak-malu-bungkus-sisa-makanan-di-restoran-saat-tak-habis/
https://food.detik.com/info-kuliner/d-3542443/rendang-bersisa-ini-tips-menyimpan-dan-menghangatkannya
https://food.detik.com/info-kuliner/d-2515618/membungkus-makanan-bersisa-bukan-tradisi-orang-prancis

Posted on

Day 02: Eat Sufficiently

Makanlah Secukupnya

Islam sendiri sebetulnya membolehkan kita makan apa saja, yang dibenarkan secara agama. Meski begitu, dalam soal makan ini Alquran menggarisbawahi: ‘jangan berlebih-lebihan’ dan semua makanan harus tayyiban bagi tubuh kita. Para ahli tafsir mengartikan tayyiban sebagai yang memberi manfaat bagi tubuh, bergizi.

“Makan secukupnya dan habiskan, dan ingat banyak orang tidak bisa makan” merupakan niat ke-dua dari Paus Fransiskus dalam menyambut Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Niat Paus ini dapat juga diartikan sebagai salah satu wujud nyata dari wajah Kerahiman Allah. Allah telah memberkati kita dengan memenuhi bumi ini dengan makanan yang enak, bergizi, dan nikmat. Kita harus menghormati ciptaan Allah dengan menikmati makanan-makanan ini dan memakannya dalam jumlah yang pantas. Dengan memakan makan secukupnya, kita memberi peluang kepada sesama untuk mendapatkan makanan.

Mereka yang kaya juga boleh makan ‘apa’ saja (bukan ‘siapa’ saja). Namun yang perlu diingat, sekaya apa pun kita, toh kemampuan perut tetap sama dengan mereka yang miskin. Lambung orang yang gemuk sekali pun cuma mampu menampung 18-3 piring nasi, atau 3-4 buah hamburger plus satu gelas minuman soda.

Jadi jangan sampai porsi makanan yang Anda konsumsi bisa mengalahkan jatahnya rongga udara maupun air. Hal ini akan menjadikan badan Anda terasa ringan dan nyaman. Jika makan kenyang kita ukur 100 persen, maka maksimal kita hanya makan sebanyak 80 persen saja.

Akan tetapi, janganlah berlebihan dan secukupnya saja. Makan dengan secukupnya tidak akan membuat Anda menjadi gemuk maupun kurus. Jika aktivitas Anda sedikit, maka makanlah secara sedikit. Jika aktivitas Anda banyak, maka makannya juga harus banyak.

Tantangan kedua hari ini adalah, makanlah hanya 80% dari kapasitas tubuh kita. Makan secukupnya adalah cara yang paling efektif dan terbilang cukup ampuh, untuk menjauhkan diri dari berbagai macam penyakit. Siapapun dan berapapun usia Anda, boleh-boleh saja menyantap makanan apa saja dan di mana pun tempatnya.

Eat Sufficiently

Islam itself actually allows us to eat anything, which is justified religiously. Even so, in the matter of eating, the Qur’an underlines: ‘do not overdo it’ and all food must be sacrificed for our bodies. Interpreters interpret Tayyiban as beneficial to the body, nutritious.

“Eating enough and spending, and remembering many people cannot eat” is the second intention of Pope Francis in welcoming Christmas 2015 and New Year 2016. This Pope’s intention can also be interpreted as one of the tangible manifestations of God’s Mercy face. God has blessed us by filling this earth with delicious, nutritious and delicious food. We must respect God’s creation by enjoying these foods and eating them in the proper amount. By eating enough food, we provide opportunities for others to get food.

The rich are also allowed to eat ‘anything’ only (not ‘who’). But to remember, no matter how rich we are, yet the ability of the stomach remains the same as those who are poor. Even a fat person’s stomach can only accommodate 18-3 rice dishes, or 3-4 hamburgers plus a glass of soda.

So do not let the portion of food you consume can defeat the ration of air and water cavities. This will make your body feel light and comfortable. If we eat full we measure 100 percent, so we only eat a maximum of 80 percent.

However, don’t be excessive and just enough. Eating enough can not make you fat or thin. If you do a little activity, then eat a little. If you have a lot of activity, then you have to eat too much.

Today’s second challenge is to eat only 80% of our body’s capacity. Adequate eating is the most effective and fairly effective way to keep away from various diseases. Anyone and whatever your age, it’s okay to eat any food and anywhere.

More information:
Smart Foodie, Food Karma:
https://pureheart.ledgernow.com/smart-foodie-food-karma/
Sustainable Giving:
https://pureheart.ledgernow.com/sustainable-giving/

Sumber:
http://www.katolisitas.org/makan-secukupnya/
https://www.viva.co.id/blog/kesehatan/670590-yuk-ketahui-cara-makan-secukupnya
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/19/05/17/prnedl458-makanlah-secukupnya-jangan-berlebihan

Posted on

Day 01: Finish Your Meal

Selesaikan Makanan Anda

Paus Fransiskus: Membuang-buang makanan menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap orang lain

Paus mengatakan pada tanggal 18 Mei 2019, “Berperang melawan momok kelaparan yang mengerikan berarti juga memerangi sampah. Sampah adalah cermin ketidakpedulian terhadap hal-hal dan terhadap mereka tidak punya apa-apa. Pemborosan adalah bentuk pembuangan yang paling kasar”.

“Membuang makanan berarti membuang orang,” Paus menambahkan. “Hari ini sangat memalukan untuk tidak memperhatikan betapa berharganya makanan sebagai barang yang baik, dan betapa banyak hal baik yang berakhir begitu buruk.”

Paus Fransiskus mencatat bahwa di dunia yang kompleks dewasa ini, penting juga bahwa kebaikan yang dilakukan oleh organisasi amal “dilakukan dengan baik,” dan bukan “buah improvisasi.”

Jadi, tantangan pertama kami adalah habiskan makanan Anda, enak atau tidak, buatlah dengan cara Anda sendiri untuk menikmatinya. Jangan meninggalkan makanan yang masih bisa dimakan. Simpan makanan di wadah yang baik sehingga bisa dimakan nanti.

Finish Your Meal

Pope Francis: Wasting food shows a lack of concern for others

Pope said on May 18, 2019, “Fighting against the terrible scourge of hunger means also fighting waste. Waste reveals an indifference towards things and towards those who go without. Wastefulness is the crudest form of discarding”.

“To throw food away means to throw people away,” the pope added. “It is scandalous today not to notice how precious food is as a good, and how so much good ends up so badly.”

Francis noted that in today’s complex world, it is also important that the good done by charitable organizations is “done well,” and is not “the fruit of improvisation.”

So, our first challenge is to finished your meal, delicious or not, make it your own way to finished it. Do not leave the food that is still eatable. Preserve the food on the good container so it can be eaten later.

More information:
Smart Foodie, Food Karma: https://pureheart.ledgernow.com/smart-foodie-food-karma/
Sustainable Giving: https://pureheart.ledgernow.com/sustainable-giving/

Posted on

Manfaat dan Dampak dari Sampah Organik dan Non-Organik

Follow us on Instagram @PureHeartID

Sampah adalah sisa, barang bekas, atau barang buangan yang telah tak dipakai oleh pemiliknya lagi. Secara umum, sampah dibagi menjadi dua sampah organik dan anorganik/non-organik. Kedua jenis sampah tersebut memiliki manfaat serta dampak untuk lingkungan.

Sampah Organik

Sampah organik adalah limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup atau alam, misalnya manusia, hewan, serta tumbuhan yang melalui proses pelapukan atau pembusukan. Jenis sampah ini tergolong ramah lingkungan sebab dapat diurai oleh bakteri pengurai secara alami dan berlangsung cepat. Contoh sampah organik secara umum dapat diketahui adalah semua sisa yang berasal dari makhluk hidup atau dapat diurai kembali oleh alam seperti, kotoran, daun, bangkai, kulit telur, kardus, kertas, makanan sisa seperti sayur, buah, nasi, dan lain sebagainya.

Manfaat sampah organik ialah antara lain dapat meningkatkan kesuburan pada tanah. Sebab sampah ini jika diproses dengan benar dapat dijadikan sebagai pupuk alami bagi tanah, biasa disebut pupuk kompos dan pupuk kandang. Jika tanah yang diberi pupuk dari sampah ini maka tanahnya akan menjadi lebih bernutrisi dibanding tanah yang biasa. Oleh karenanya menjadikan tanaman yang ditanam di tanah tersebut menjadi jauh lebih sehat. Selain itu, sampah organik juga bisa dijadikan barang dengan nilai ekonomis tinggi seperti mebel serta perabot rumah tangga.

Sampah Non-Organik

Sampah non-organik adalah segala sisa barang yang dibuang oleh manusia yang sulit diurai kembali oleh bakteri atau memerlukan waktu yang cukup lama untuk penguraiannya hingga ratusan tahun. Umumnya sampah non-organik berasal dari sampah industri. Contoh dari sampah non-organik seperti, plastik, kaca, besi, kain, kaleng, ban, pulpen, spidol, dan lain sebagainya.

Sampah jenis ini dapat diambil kembali manfaatnya setelah dilakukan daur ulang menjadi produk yang baru. Contohnya limbah plastik yang jika didaur ulang bisa dibuat menjadi mainan, kursi, meja, dan lain sebagainya. Limbah besi bisa dilebur terlebih dahulu lalu kemudian dijadikan bahan dasar dalam pembuatan produk baru seperti pagar rumah, paku, palu, dan lain sebagainya. Dalam proses pemanfaatan jenis sampah ini, diperlukan daya kreatif yang tinggi oleh si pembuatnya sehingga dapat dijadikan barang yang juga berkualitas ekonomi tinggi.

Sampah organik maupun yang non-organik selain bisa memberikan dampak positif tapi juga bisa memberikan dampak negatif untuk bumi bahkan kepada makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.

Dampak Untuk Kesehatan

Sampah yang tak dibuang pada tempatnya tentu akan mengganggu lingkungan serta kesehatan seseorang dan akhirnya menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit seperti, disentri, kudisan, diare, jamur, dan lain sebagainya. Bahkan dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh manusia saja tapi juga pada tumbuhan dan hewan yang berada di sekitarnya.

Dampak Pada Udara

Sampah yang dibuang melalui jalur udara ialah seperti asap dari pabrik, kendaraan bermotor, atau bahkan rokok. Asap dari ketiganya tentu akan mencari udara di sekitarnya. Udara yang telah terkontaminasi tersebut jika dihirup oleh manusia dan makhluk hidup lainnya tentu akan berbahaya untuk tubuh mereka. Selain itu, asap juga menjadi salah satu penyebab semakin menipisnya lapisan ozon (lapisan pelindung bumi dari radiasi matahari).

Oleh sebab itu, ada baiknya kita sebagai manusia untuk membuang sampah pada tempatnya serta mengelolanya dengan cara yang baik dan benar. Memilih dan memilah sampah merupakan salah satu cara sederhana yang bisa kita lakukan dari sekarang. Memilih dan memilah sampah juga termasuk dari kegiatan sustainable giving loh.

Sumber: https://tekoneko.net/sampah-organik-dan-non-organik/

Posted on

Beginilah Mutu dari Pendidikan di Indonesia

Sumber: Google.com

Data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, mutu pendidikan di Indonesia hanya menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang. Sedangkan kualitas guru sebagai komponen penting dalam pendidikan tergolong memprihatinkan, berada di urutan ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mutu pendidikan di Indonesia menjadi rendah. Salah satunya adalah dimana pendidikan Indonesia memiliki standarisasi yang sama terhadap semua anak-anak, terlepas dari kemampuan yang dimiliki anak tersebut. Standart itulah yang membuat anak-anak di Indonesia sulit untuk berkembang dan percaya diri akan kemampuan yang dimilikinya.

“Setiap anak di dunia ini adalah jenius, tapi jika menilai ikan dari seberapa hebat ia memanjat pohon maka ikan tersebut akan selamanya terlihat bodoh.”

Albert Einstein

Maksud dari perkataan Einsten tersebut adalah setiap anak di dunia ini memiliki kecerdasan dan kemampuannya masing-masing, tapi jika kemampuan anak-anak tersebut hanya dilihat dari nilai akademisnya saja maka anak-anak yang tidak memiliki kemampuan akademis akan terlihat bodoh seumur hidupnya, dan membuat setiap anak tidak bisa yakin bahwa dia berbeda dengan orang lain.

Sumber: Google.com

Sangat miris sekali jika dibandingkan dengan mutu pendidikan di Eropa. Jika dilihat dari gambar diatas sangat berbeda sekali sistem pendidikan di Eropa dengan Indonesia. Pendidikan di Eropa membantu anak-anaknya untuk menemukan dan mengembangkan dari bakat setiap anak, sedangkan pendidikan di Indonesia dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah atas hanya melakukan hal yang sama terus menurus. Sehingga membuat anak-anak di Indonesia tidak diberi kesempatan untuk menemukan dan menggali bakat mereka masing-masing.

Suduh cukup sulit untuk membenahi mutu pendidikan di Indonesia saat ini. Salah satu cara termudah untuk membenahi mutu pendidikan di Indonesia adalah membenahi kualitas guru. Guru merupakan sosok yang sangat penting dalam proses pembentukan karakter seorang anak. Karena sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di sekolah. Maka guru harus bisa memberikan contoh baik dan menjadi idola untuk anak-anak.

Terkadang guru sering lupa, belajar bukanlah proses untuk menjadikan siswa sebagai “ahli” pada mata pelajaran tertentu. Siswa lebih membutuhkan ‘pengalaman” dalam belajar, bukan “pengetahuan”. Karena itu, kompetensi guru menjadi syarat utama tercapainya kualitas belajar yang baik. Guru yang kompeten akan meniadakan problematika belajar akibat kurikulum. Kompetensi guru harus berpijak pada kemampuan guru dalam mengajarkan materi pelajaran secara menarik, inovatif, dan kreatif yang mampu membangkitkan gairah siswa dalam belajar.

Sumber :https://www.kompasiana.com/syarif1970/5ae933c4caf7db6e6f784102/memprihatinkan-potret-pendidikan-indonesia-zaman-now

Posted on

Pemberian Dana Bantuan Pendidikan dan Sosialisasi Tanggung Jawab Sosial Kepada Sekolah SD RK No. 1 Sibolga, Sumatera Utara

PureHeart yang dipercaya oleh alumni dari SD RK No.1 angkatan 1995 untuk menyampaikan dana bantuan pendidikan dan mengajarkan tanggung jawab sosial untuk sekolah SD RK No. 1 telah berhasil melaksanakan amanatnya dengan baik. Acara yang diselenggarakan pada Senin, 15 April 2019 turut dihadiri langsung oleh guru-guru senior dari angkatan 1995, kepala sekolah, guru-guru, dan pengurus aktif dari SD RK No. 1, serta siswa dan siswi kelas 5 dan 4 dari SD RK No. 1 Sibolga, Sumatera Utara.

Acara ini disambut antusias oleh guru-guru senior angkatan 1995 dan juga seluruh guru-guru dan pengurus dari SD RK No.1 Sibolga, Sumatera Utara. Menurut Sr. Netty Turnip selaku Kepala Sekolah SD RK No. 1 Sibolga, Sumatera Utara saat ini, belum pernah ada alumni yang berinisiatif untuk melakukan acara seperti ini di Sibolga. Baru kali ini ada alumni yang bersedia untuk kembali ke kampung halamannya untuk memberikan bantuan dan edukasi ke sekolahnya terdahulu. Bahkan kepala sekolah SD RK No. 1 angkatan 1995 rela menempuh perjalanan jauh dari Pulau Nias ke Sibolga hanya untuk menghadiri acara yang diadakan oleh PureHeart dan alumni SD RK No. 1 angkatan 1995.

PureHeart dan alumni SD RK No. 1 angkatan 1995 bekerjasama untuk membuat kegiatan ini bisa bermanfaat dan menginspirasi untuk siswa dan siswi SD RK No. 1 atau bahkan menginspirasi masyarakat luas untuk bisa melakukan hal yang serupa.

Posted on

Pentingnya Mengajarkan Pengelolaan Sampah Saat Masih Anak-Anak

Volume sampah di Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat. Ini disebabkan karena kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitarnya masih sangat rendah. Masih banyak ditemukan masyarakat yang nekat untuk membuang sampah ke kali atau sungai daripada membuangnya ke tempat pembuangan akhir. Itulah yang menyebabkan penumpukkan sampah yang bermuara ke pantai.

Sampai saat ini pencemaran sampah plastik di laut hari semakin memprihatinkan. Beberapa penelitian menyebutkan, jika produksi sampah plastik tidak bisa ditekan, diperkirakan tahun 2050 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada ikan.

Jadi, sangat penting untuk memulai mengajarkan bagaimana cara pengelolaan sampah sejak dini. Karena, pembelajaran tentang sampah akan berkaitan dengan karakter dan kebiasaan seseorang. Maka dari itu, PureHeart akan memulai untuk membantu mengajarkan cara pengelolaan sampah yang benar kepada siswa-siswi sekolah dasar di salah satu sekolah dasar di yang ada di Indonesia supaya nantinya bisa membentuk karakter dan kebiasaan siswa-siswi sekolah dasar untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Sumber:
https://preneur.trubus.id/baca/24584/pentingnya-tanamkan-anak-sejak-dini-tentang-pengelolaan-sampah

Posted on

Pentingnya Mengelola Sampah!

Di Indonesia kesadaran akan meminimalisir dalam penggunaan sampah plastik masih sangat rendah. Padahal, sudah jelas sekali bahwa sampah plastik merupakan sampah yang sangat sulit terurai, bahkan selama puluhan tahun. Selain sulit terurai, saat ini sampah plastik juga membuat ekosistem di bawah laut tercemar.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mencatat, setiap tahun sedikitnya sebanyak 1,29 juta ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara di lautan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi setiap tahunnya. Fakta tersebut menasbihkan Indonesia menjadi negara nomor dua di dunia dengan produksi sampah plastik terbanyak di lautan. (Sumber : https://www.mongabay.co.id/2018/07/26/ancaman-sampah-plastik-untuk-ekosistem-laut-harus-segera-dihentikan-bagaimana-caranya/)

Maka dari itu, PureHeart ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai meminimalisir penggunaan plastik. Meminimalisir penggunaan plastik tidaklah sulit, bisa dimulai dari membawa botol minum sendiri, kantong belanja sendiri, dan masih banyak lagi. Atau bisa juga dimulai dari membuang sampah plastik dengan cara yang benar, dan diletakkan di tempat yang benar. Dengan begitu akan memudahkan proses daur ulang dari sampah plastik tersebut. Hanya dimulai dari hal kecil, dapat memberikan perubahan yang besar!

Posted on

IBM Corporation Mengunjungi Stasiun Geofisika BMKG Mataram dan Lokasi Terdampak Gempa Bumi di Lombok.

Pada tanggal 3 November 2018 lalu, perwakilan tim dari International Business Machines (IBM) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) mendapatkan kesempatan untuk mengujungi Stasiun Geofisika BMKG Mataram. Dalam kunjungan ke Stasiun Geofisika BMKG Mataram IBM Corporation, turut mengajak perwakilan dari IGEGAMA, BPPT, IABIE, dan PureHeart untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dan penyampaian materi mengenai kejadian gempa bumi yang terjadi di Lombok beberapa bulan lalu oleh Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, S.P.,M.M. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Global Humanitarian Response Manager & Senior Program Manager IBM Corporation, Madam Rebecca Curzon. Beliau menyampaikan rasa prihatin terhadap masyarakat di Lombok atas kejadian gempa bumi yang menimpa Lombok beberapa bulan lalu. Tidak hanya itu, beliau juga mengapresiasi Stasiun Geofisika BMKG Mataram atas kinerja mereka dalam menyikapi kejadian gempa bumi tersebut. Dan terakhir, CEO & National Director Wahana Visi Indonesia, Doseba Tua Sinay, menceritakan mengenai program kemanusiaan yang telah dilakukan pasca gempa bumi Lombok, seperti memberikan bantuan psikososial kepada masyarakat, bantuan pendidikan, dan kesehatan.

Setelah itu, IBM Corporation memberikan cendremata kepada Stasiun Geofisika BMKG Mataram dan Wahana Visi Indonesia, dan juga menyampaikan bantuan secara simbolis kepada Wahana Visi Indonesia, untuk disalurkan kepada masyarakat Lombok yang terkena dampak dari kejadian gempa bumi lalu. IBM Corporation dan Wahana Visi Indonesia juga secara langsung mengunjungi ke lokasi yang terkena dampak besar dari kejadian gempa bumi di Lombok untuk melihat keadaan disana dan melakukan peletakkan batu pertama untuk membangun sekolah sementara disana. Lalu kegiatan diakhiri dengan kunjungan tim IBM Corporation ke lokasi sensor gempa bumi BMKG Stasiun Geofisika Mataram yang berlokasi di Stageof Mataram (sensor Accelero MAKE), TDS Stationer di Bandara Selaparang dan Site InaTEWS KLNI di Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Sumber: https://www.bmkg.go.id/berita/?p=ibm-kunjungi-lokasi-terdampak-gempabumi-lombok&lang=ID

Posted on

Pentingnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk Anak Muda

Sumber: http://www.prftzim.org/sustainable-development-goals/

Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (The 2030 Agenda for Sustainable Development atau SDGs) adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. SDGs/TPB diberlakukan dengan prinsip-prinsip universal, integrasi, dan inklusif untuk meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan atau “No-one Left Behind”. SDGs terdiri dari 17 tujuan dan 169 target dalam rangka melanjutkan upaya dan pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir akhir pada tahun 2015 lalu.

Hari ini, Divisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (DSDG) di Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UNDESA) memberikan dukungan substantif dan pengembangan kapasitas untuk SDGs dan isu tematik tentang mereka termasuk, air, energi, iklim, lautan, urbanisasi, transportasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, Laporan Pembangunan Berkelanjutan Global (GSDR), kemitraan dan Negara Berkembang Pulau Kecil. DSDG memainkan peran kunci dalam evaluasi implementasi sistem PBB dari Agenda 2030 dan pada kegiatan advokasi dan penjangkauan terkait dengan SDGs. Agar Agenda 2030 menjadi kenyataan, kepemilikan luas SDG harus diterjemahkan menjadi komitmen kuat oleh semua pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan tujuan global. DSDG bertujuan untuk membantu memfasilitasi kegiatan ini

Sangat penting untuk anak-anak muda zaman sekarang mulai mengetahui tentang pentingnya Tujuan Pembangunan Berkalnjutan (TPB/SDGs) dari sekarang. Maka dari itu, PureHeart ingin siswa/i SMA Pradita Dirgantara yang mengikuti kelas tambahan ilmu komputer, untuk membuat solusi dari salah satu SDGs yang ingin mereka capai. Kami berharap siswa/i SMA Pradita Dirgantara bisa merealisasikan solusi yang sudah mereka buat, supaya mereka bisa menciptakan sebuah karya yang bisa digunakan oleh masyarakat luas.

Sumber: https://sustainabledevelopment.un.org/sdgs