Posted on

ADA ASA UNTUK MEREKA // LOVE ME SEE ME

ADA ASA UNTUK MEREKA // LOVE ME SEE ME

Pada awal Agustus 2019 ini, sebuah kabar dari daerah Tulungagung terungkap sebuah praktek perdagangan manusia dimana korbannya adalah gadis-gadis di bawah umur (berusia 14 tahun) harus melayani nafsu seks para lelaki hidung belang yang datang ke sebuah kafe. Kafe ini dikelola oleh 2 orang wanita yang merangkap sebagai pemilik kafe. Modus yang dilakukan dengan membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi pramusaji di kafe tersebut, setelah mereka (korban) bekerja di sana, barulah mereka mengetahui bahwa mereka harus melayani setiap tamu yang datang.

Kasus di atas merupakan salah satu dari banyaknya kasus perdagangan manusia yang saat ini terjadi. Jika dirunut dari alasan mereka terjebak dalam lingkaran hitam perdagangan manusia ini, sebagian besar adalah desakan ekonomi dan kemiskinan yang membuat mereka tergiur untuk bekerja dan akhirnya diperdaya. Walaupun sudah berhati-hati dalam memilih pekerjaan, masih saja para penjahat kemanusiaan ini memiliki berbagai cara untuk menjebak para korban. Hal ini tidak hanya terjadi di dalam negeri saja, banyak laporan yang menyatakan orang dari dalam negeri dijual dan dieksploitasi di luar negeri. Selain itu, faktor pendidikan juga menjadi hal penting dimana sebagian besar korban memiliki tingkat pendidikan yang rendah sehingga mudah diperdaya. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia dimana pun berada mendapatkan pendidikan yang layak dan baik agar dapat menjaga diri dari serangan psikologis dan bujuk rayu para pelaku kriminal perdagangan manusia.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu (5/8) dalam konferensi pers menyatakan dalam 4 tahun terakhir setidaknya LPSK sudah menangani 318 korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) 215 diantaranya adalah wanita dan 53 orang berusia di bawah umur. Ditambahkan oleh Edwin, data tersebut tidak dapat mejadi gambaran secara menyeluruh tentang TPPO mengingat banyaknya korban yang tidak melapor atau merahasiakan kasus tersebut. Masyarakat diperlukan untuk peduli dan aktif melaporkan tindak pidana perdagangan orang apabila mengetahui dan menemukan hal tersebut di lingkungan sekitar.

Sedih memang jika kita menemukan hal seperti ini masih saja terjadi di negara kita, Indonesia yang katanya telah merdeka selama 74 tahun. Masih banyak masyarakatnya yang “masih” mejadi budak dan diperjualbelikan layaknya sebuah barang. Para korban tidak memiliki kemerdekaan atas tubuh dan jiwa mereka sendiri, mereka layaknya properti yang bisa dipakai dan dibuang begitu saja oleh pemiliknya, sangat menyedihkan.

Human trafficking, sedari dulu sudah menjadi fokus utama pemerintah, LSM dan berbagai organisasi di seluruh dunia. Banyak modus perdagangan manusia yang berkembang pada saat ini, seperti yang disampaikan oleh Komisioner KPAI Ai Maryati Sholehah (14/8) tentang modus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) yang menargetkan pada anak sekolah melalui aplikasi online yang saat ini dapat diunduh secara bebas di handphone anak-anak. 

Melihat dari trauma yang dialami oleh korban perdagangan manusia, kita sebagai makhluk sosial atas nama kemanusiaan tentu harus berempati dengan berbagai cara-cara positif, baik berupa support moril maupun materiil. Banyak LSM dan perusahaan yang bergerak untuk mewujudkan hal tersebut, berbagi semangat dan kebaikan untuk para korban perdagangan manusia. Salah satunya adalah PureHeart, PureHeart adalah inisiatif investasi sosial yang membangun lebih banyak talenta profesional untuk dunia yang lebih baik, meningkatkan taraf hidup mereka dari kehidupan yang miskin dan berkelanjutan. Para korban mungkin punya masa lalu yang tragis, namun PASTI punya kesempatan untuk memiliki masa depan yang lebih baik dan bahagia. PureHeart sejak awal berdiri memiliki fokus pada UN Sustainable Development Goals, yakni tidak ada lagi kemiskinan dan tersedianya pendidikan berkualitas. Hal ini, tentu sejalan dengan semangat untuk terus memberikan energi positif kepada masyarakat termasuk korban-korban tindak perdagangan orang tersebut.

PureHeart melakukan upaya pencegahan agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan, dengan apa? Tentu dengan mengentaskan kemiskinan dan memberikan atau memfasilitasi masyarakat untuk tetap dapat pendidikan yang berkualitas. Gerakan seperti ini yang perlu digalakkan secara lebih masiv dan terstruktur, agar seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaatnya, terutama para korban yang trauma dan gundah akan masa depannya. Saat ini, PureHeart memiliki misi menciptakan dunia yang lebih baik melalui inisiatif investasi sosial dan menggalakan tagline “LOVE ME SEE ME”, sebuah tagline yang menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak korban human trafficking. Mereka masih memiliki masa depan yang cerah untuk dicapai. Mari berikan dan lakukan aksi nyata bersama PureHeart untuk mewujudkan impian mereka. Info detail “Love Me See Me” dapat dilihat dan diakses pada laman berikut: https://pureheart.ledgernow.com/category/love-me-see-me/ 

Bekerjasama dengan PIE sebagai salah satu bisnis yang melindungi data pribadi kita agar selalu aman dari pembajakan dan pencurian data, berkomitmen untuk membantu dalam perlawanan melawan perdagangan manusia. Informasi mengenai PIE dapat dilihat di: https://www.pie.co.id    

Mari lawan perdagangan manusia dengan meningkatkan kepedulian pada lingkungan dan memberi edukasi kepada masyarakat akan bahayanya human trafficking, serta melaporkan setiap penyimpangan atau tindakan kriminal yang ada di sekitar kita. Kepedulian kita menyelamatkan mereka, kepedulian kita akan mengubah masa depan menjadi lebih baik.

 

Created by : ALIF RAHMADANIL 

 IG : @alifrahmadanil  ||  FB : https://www.facebook.com/aldebaran.alif